. Sport Gallery: Valentino Rossi
Tampilkan postingan dengan label Valentino Rossi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Valentino Rossi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Oktober 2011 Diposting oleh Phutreechies   0 comments




Tewasnya Marco Simoncelli tentu menyisakan duka mendalam bagi seluruh insan dan pecinta MotoGP. Sederet kenangan, termasuk sejumlah kecelakaan yang dialami pembalap San Carlo Honda Gresini itu menjadi catatan tersendiri.
Sejak promosi ke pentas MotoGP pada musim 2010, Simoncelli memang dikenal sebagai pembalap yang berani mengambil risiko di lintasan sampai terjatuh berkali-kali. Super Sic -julukan Simoncelli- bahkan digadang-gadang bakal menjadi titisan pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP, Valentino Rossi.
Sepanjang musim 2011, Simoncelli tercatat setidaknya mengalami tujuh kecelakaan. Bahkan, beberapa di antaranya menyebabkan dia gagal menyentuh garis finis. Berikut catatan kecelakaan pembalap asal Italia sepanjang 2011:


1. MotoGP Spanyol, 3 April 2011
Pada balapan seri 2 musim ini, Simoncelli gagal finis lantaran terjatuh saat sedang memimpin balapan di trek basah Sirkuit Jerez. Tak hanya Simoncelli, tujuh pembalap lainnya juga tergelincir, termasuk insiden yang melibatkan Valentino Rossi dengan Casey Stoner.
2. MotoGP Portugal, 1 Mei 2011
Simoncelli terjatuh di Sirkuit Estoril saat memasuki tikungan keempat di lap pertama. Kala itu, ia mengakui salah perhitungan dengan kondisi ban yang suhunya dinilai masih terlalu rendah. Simoncelli jatuh karena menambah kecepatan saat motornya cenderung miring ke kiri. Ia pun tidak dapat menuntaskan balapan.
3. MotoGP Prancis, 15 Mei 2011
Insiden di Sirkuit Le Mans kali ini melibatkan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Tercatat saat balapan menyisakan 10 lap, Simoncelli berusaha menyalip Pedrosa demi merebut posisi terdepan. Namun, upaya Super Sic berujung pada kecelakaan, hingga menyebabkan Pedrosa cedera bahu cukup parah.
Kala itu, Pedrosa tampak sangat geram lantaran gagal menyelesaikan balapan. Sementara itu, Simoncelli bisa melanjutkan balapan dan finis di urutan kelima. Saking kesalnya, Pedrosa bahkan enggan menyambut jabatan tangan Simoncelli, saat keduanya kembali bertemu jelang MotoGP Italia.
4.MotoGP Inggris, 12 Juni 2011
Di seri keenam ini, balapan kembali berlangsung di atas trek basah Sirkuit Silverstone. Simoncelli tak mampu menghindari selip ban, padahal kala itu ia tengah meilntas di trek lurus, sesaat sebelum menikung. Untuk kali ketiga di musim 2011, Simoncelli gagal menyelesaikan balapan.
5. MotoGP Belanda, 25 Juni 2011
Jika sebelumnya melibatkan Pedrosa di GP Prancis, kali ini insiden jatuhnya Simoncelli menyeret pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo. Insiden di Sirkuit Assen tersebut terjadi di tikungan, saat balapan baru berlangsung satu lap. Meskipun terjatuh, keduanya masih bisa melanjutkan balapan, dimana Lorenzo finis di urutan keenam dan Simoncelli di peringkat sembilan.
6. MotoGP Amerika Serikat, 25 Juli 2011
Lagi-lagi, kecelakaan tunggal dialami Simoncelli di seri ke-10 musim ini. Super Sic gagal melanjutkan balapan setelah jatuh di lap ketujuh saat dia sedang berada di posisi lima. Ini merupakan kali keempat Simoncelli batal menyentuh garis finis.
7. MotoGP Malaysia, 23 Oktober 2011
Setelah deretan insiden di atas, Simoncelli mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya. Saat balapan di Sirkuit Sepang baru memasuki lap kedua, Simoncelli terjatuh di tikungan 11. Benturan hebat dengan dua pembalap di belakangnya, Colin Edwards dan Valentino Rossi, tak mampu dihindari. Sempat terkapar di lintasan, dengan keadaan tanpa helm, nyawa Super Sic tak tertolong.
Simoncelli menghembuskan napas terakhir di usia sangat muda, tepatnya 24 tahun 9 bulan 3 hari. Sepanjang dua musim berkiprah di MotoGP, juara dunia kelas 250cc pada 2008 ini belum sekalipun mencicipi manisnya mengangkat trofi di atas podium tertinggi.
Raihan terbaik Super Sic hanya saat meraih podium di posisi 3 MotoGP Republik Ceko pada 14 Agustus lalu, dan ketika mengamankan posisi runner-up di Sirkuit Phillip Island, Australia pada 16 Oktober 2011.

CREDIT : Vivanews

Baca Selengkapnya......
Senin, 26 September 2011 Diposting oleh Phutreechies   0 comments




Dalam gelaran-gelaran terakhir MotoGP Jepang di Motegi, Ducati mendominasi termasuk saat Casey Stoner menang tahun lalu. Bagaimana dengan akhir pekan ini?

Setelah sempat menggelar satu seri balapan pada tahun 1999 silam, Motegi kembali menggelar balapan selama tujuh tahun terakhir.

Dari jumlah ketujuh seri tersebut di kelas MotoGP, Ducati mendominasi dengan mengantar pembalapnya meraih empat kemenangan (2005, 2006, 2007 dan 2010).


Pembalap Yamaha sementara itu mencatatkan dua kemenangan di Motegi dalam kurun waktu tersebut yakni pada tahun 2008 dan 2009. Honda memiliki satu kemenangan pada 2004.

Dari sektor pembalap, Loris Capirossi mendominasi dengan tiga kemenangan yang mana ia raih seluruhnya saat masih membela Ducati (2005-2007). Masing-masing satu kemenangan dicatatkan Makoto Tamada (2004), Valentino Rossi (2008), Jorge Lorenzo (2009) dan Stoner (2010).

Dani Pedrosa, Hiroshi Aoyama, Marco Simoncelli, Alvaro Bautista, Toni Elias dan Andrea Dovizioso masing-masing juga pernah menjadi pemenang di Motegi dalam tujuh tahun terakhir. Tetapi itu mereka lakukan bukan di kelas MotoGP.

Selain Dovi yang memenangi Motegi tahun 2004 di kelas 125cc, seluruh nama-nama tadi melakukannya di kelas 250cc/Moto2: Pedrosa (2004), Aoyama (2005 dan 2006), Simoncelli (2008), Bautista (2009), Elias (2010).

Artinya, di lintasan MotoGP saat ini setidaknya ada sepuluh pembalap yang pernah menaiki podium tertinggi Motegi di seluruh kelas. Tiga di antaranya kini membela tim Repsol Honda, Stoner, Pedrosa dan Dovi, yang mana mereka juga tengah mengisi posisi empat besar papan klasemen sementara.

Menilik statistik tersebut, bukan tidak mungkin rider-rider Honda itu, khususnya Stoner yang sudah mendominasi musim ini, akan menjadi kampiun di Motegi.

Namun begitu, tentu saja Yamaha yang diawaki Lorenzo, sang juara bertahan, dan Ben Spies tidak dapat disepelekan. Fakta bahwa musim ini hanya Yamaha saja yang bisa menyaingi laju Honda, ditambah semangat Lorenzo untuk mempertahankan gelar juara, bisa menjadi kekuatan pendorong besar di Motegi.

Selain itu tentu saja potensi kejutan dari Rossi bersama Ducati pun tak bisa dikesampingkan begitu saja, kendati sejauh ini sang juara dunia tujuh kali kelas primer belum bisa tampil meyakinkan bersama tim yang baru dibelanya musim ini tersebut.

Mengingat bahwa MotoGP Jepang merupakan seri keempat dari belakang, di mana hasil kali ini bisa amat krusial dalam perebutan gelar juara, rivalitas jelas kian meruncing dan jadi kian sengit.

CREDIT : www.detikSport.com

Baca Selengkapnya......
 
Blogger Template By Lawnydesignz